Judul ANALISIS PENGARUH CUACA TERHADAP JUMLAH DAN ESKALASI KONFLIK MASSA DI PULAU JAWA PADA TAHUN 2016 – 2019
Pengarang bayu setiawan
ANISA MARTIANA
I Gede Sumertha KY
Puguh Santoso
Anang Puji Utama
.Achmed Sukendro
EDISI Softcopy
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2020
Subjek Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Fakultas Keamanan Nasional -- Tesis Mahasiswa 2020 -- PA:Mayjen TNI(purn)Dr.I Gede Sumertha KY,PSC,M.Sc -- PA:Mayjen TNI (purn) Dr.Puguh Santoso -- Cuaca -- Massa -- Jawa -- Eskalasi
Catatan Indonesia dihadapkan pada isu perubahan iklim dan di saat yang sama memiliki potensi konflik yang cukup besar. Namun belum banyak penelitian yang mengkaji potensi perubahan iklim terhadap fenomena sosial di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh cuaca terhadap jumlah dan eskalasi konflik massa di Pulau Jawa pada tahun 2016-2019. Penelitian dilakukan dengan metode campuran (mix method) eksplanatoris sekuensial dengan melakukan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua. Data terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan neuroscience dan klimatologi. Hasil menunjukkan bahwa cuaca (didefinisikan oleh variabel temperatur dan curah hujan), memberikan pengaruh namun sangat kecil terhadap jumlah konflik massa yang terjadi di Pulau Jawa pada kurun waktu 2016-2019. Masih banyak faktor lain yang lebih mempengaruhi terjadinya konflik massa. Konflik massa di Pulau Jawa banyak terjadi pada temperatur hangat, yakni 26-27 Celcius dengan curah hujan ringan. Hubungan cuaca dengan konflik massa dapat dilihat menggunakan dua perspektif, yaitu perspektif makro dan mikro. Perspektif makro menunjukkan bahwa cuaca mempengaruhi secara tidak langsung pada terjadinya konflik massa, khususnya dapat memicu terjadi kelangkaan bahan pokok. Jika menggunakan perspektif mikro, cuaca mempengaruhi preferensi individu untuk mau melibatkan diri pada konflik massa. Cuaca khususnya saat temperatur hangat sampai ke panas, berperan secara tidak langsung dalam mempercepat terjadinya amigdala hijack yang dapat meningkatkan eskalasi konflik. Hormon oksitosin diduga menjadi penyebab yang memperkuat dikotomi kelompok us versus them yang berperan pada eskalasi konflik massa.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 8903e1cee9c8698d16c682bcc1e51046.pdf 8903e1cee9c8698d16c682bcc1e51046.pdf pdf Baca
2 88a86a2fe9034162f7a1e868a2f98a89.pdf 88a86a2fe9034162f7a1e868a2f98a89.pdf pdf Baca
3 9b4e56c2524ad350fbc322d28c2e901d.pdf 9b4e56c2524ad350fbc322d28c2e901d.pdf pdf Baca
4 a6bde47ab621515c08d2e01c3682b8b1.pdf a6bde47ab621515c08d2e01c3682b8b1.pdf pdf Baca
5 a1e2ac2e2abe697d8b9a30f422894dfd.pdf a1e2ac2e2abe697d8b9a30f422894dfd.pdf pdf Baca
6 5b1d8f6016cd39e800116d99576114a2.pdf 5b1d8f6016cd39e800116d99576114a2.pdf pdf Baca
7 7ab109c100b6d2d2d92378b61fb83300.pdf 7ab109c100b6d2d2d92378b61fb83300.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
1 T2388 T001/2020 ANI A Dapat dipinjam Perpustakaan Sentul (Pusat) - Ruang Referensi Perpustakaan Universitas Pertahanan Tersedia -
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001205
005 20260218093248
008 260218################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225001205
041 $a id
082 # # $a T001/2020
090 $a T.42.20.007
100 0 # $a bayu setiawan
245 1 # $a ANALISIS PENGARUH CUACA TERHADAP JUMLAH DAN ESKALASI KONFLIK MASSA DI PULAU JAWA PADA TAHUN 2016 – 2019
250 # # $a Softcopy
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2020
500 # # $a Indonesia dihadapkan pada isu perubahan iklim dan di saat yang sama memiliki potensi konflik yang cukup besar. Namun belum banyak penelitian yang mengkaji potensi perubahan iklim terhadap fenomena sosial di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh cuaca terhadap jumlah dan eskalasi konflik massa di Pulau Jawa pada tahun 2016-2019. Penelitian dilakukan dengan metode campuran (mix method) eksplanatoris sekuensial dengan melakukan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua. Data terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan neuroscience dan klimatologi. Hasil menunjukkan bahwa cuaca (didefinisikan oleh variabel temperatur dan curah hujan), memberikan pengaruh namun sangat kecil terhadap jumlah konflik massa yang terjadi di Pulau Jawa pada kurun waktu 2016-2019. Masih banyak faktor lain yang lebih mempengaruhi terjadinya konflik massa. Konflik massa di Pulau Jawa banyak terjadi pada temperatur hangat, yakni 26-27 Celcius dengan curah hujan ringan. Hubungan cuaca dengan konflik massa dapat dilihat menggunakan dua perspektif, yaitu perspektif makro dan mikro. Perspektif makro menunjukkan bahwa cuaca mempengaruhi secara tidak langsung pada terjadinya konflik massa, khususnya dapat memicu terjadi kelangkaan bahan pokok. Jika menggunakan perspektif mikro, cuaca mempengaruhi preferensi individu untuk mau melibatkan diri pada konflik massa. Cuaca khususnya saat temperatur hangat sampai ke panas, berperan secara tidak langsung dalam mempercepat terjadinya amigdala hijack yang dapat meningkatkan eskalasi konflik. Hormon oksitosin diduga menjadi penyebab yang memperkuat dikotomi kelompok us versus them yang berperan pada eskalasi konflik massa.
650 4 $a Prodi Damai dan Resolusi Konflik -- Fakultas Keamanan Nasional -- Tesis Mahasiswa 2020 -- PA:Mayjen TNI(purn)Dr.I Gede Sumertha KY,PSC,M.Sc -- PA:Mayjen TNI (purn) Dr.Puguh Santoso -- Cuaca -- Massa -- Jawa -- Eskalasi
700 0 # $a .Achmed Sukendro
700 0 # $a Anang Puji Utama
700 0 # $a ANISA MARTIANA
700 0 # $a I Gede Sumertha KY
700 0 # $a Puguh Santoso
Content Unduh katalog