| Judul | PENGEMBANGAN THORIUM SEBAGAI BAHAN BAKAR NUKLIR DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL |
| Pengarang | M. Ikhwan Syahtaria Arifuddin Uksan Nugroho Adi Sasongko Nyimas Aljaniah Zahra Rudy Laksmono M. Sidik Boedoyo |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2022 |
| Subjek | Nuklir -- Ketahanan Energi -- PLTN -- Energi alternatif -- thorium |
| Catatan | Saat ini, data menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan energi masih bergantung pada bahan bakar yang bersumber dari fosil seperti batubara, minyak dan gas bumi. Namun energi fosil tidak ramah lingkungan bahkan menipis dan habis. Sehingga perlu mengembangkan energi alternatif yang bersih lingkungan. Energi nuklir dijadikan salah satu opsi dalam pemenuhan kebutuhan energi dunia masa depan sebagai energi alternatif yang strategis. Mengingat Indonesia memiliki potensi sumberdaya Thorium yang tinggi, maka pemanfaatannya dalam pengembangan industri nuklir di Indonesia merupakan hal yang sangat mendasar, karena meningkatkan ketahanan energi baik dalam availability, accessibility, maupun sustainability, namun pengembangan thorium masih belum dirasakan di Indonesia akibat dari belum adanya tindakan yang signifikan pada kebijakan pemerintah untuk menetapkan kebijakan pemanfaatan energi nuklir yang berorientasi pada proyek pembangunan PLTN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik bertujuan untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi, atau fenomena realitas yang menjadi objek penelitian, dan menarik realitas tersebut sebagai ciri, karakter, sifat, model, atau gambaran tentang kondisi tertentu. Pada pengumpulan data ditemukan permasalahan implementasi pengembangan Thorium, antara lain belum adanya: NEPIO, peraturan resmi sebagai payung hukum para investor, kesepakatan mengenai target waktu COD PLTN pertama, dan urgensi untuk produksi bahan bakar nuklir. Secara keseluruhan kegiatan hulu thorium di Indonesia masih belum terlaksana karena untuk memulai produksi thorium memerlukan dukungan kepastian nilai ekonomis dari Thorium. Serta saat ini belum ada kegiatan hilir thorium, karena PLTN dengan bahan bakar thorium sendiri belum dibangun di Indonesia bahkan belum ada yang menggunakan Thorium sebagai bahan bakar nuklir secara komersial. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | d8e59b8abb7b1208969826490a8af827.pdf | d8e59b8abb7b1208969826490a8af827.pdf | Baca | |
| 2 | 72b260295760f3d285f5164895c44a59.pdf | 72b260295760f3d285f5164895c44a59.pdf | Baca | |
| 3 | 29e36b48371ada8709995b4ffd66385e.pdf | 29e36b48371ada8709995b4ffd66385e.pdf | Baca | |
| 4 | 3d32187524ef8d06fa53cadbd5bd2b91.pdf | 3d32187524ef8d06fa53cadbd5bd2b91.pdf | Baca | |
| 5 | 65ca38244a6be84a066df803b24d3a92.pdf | 65ca38244a6be84a066df803b24d3a92.pdf | Baca | |
| 6 | c5e38e152936a0b424294413d512cc5f.pdf | c5e38e152936a0b424294413d512cc5f.pdf | Baca | |
| 7 | a56833ba1f1dd41b09ceba54740af361.pdf | a56833ba1f1dd41b09ceba54740af361.pdf | Baca | |
| 8 | b1e8a7863a7e84caa4793d00467533d4.pdf | b1e8a7863a7e84caa4793d00467533d4.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | T.22.22.014 | T.22.22.014 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Sentul (Pusat) - Perpustakaan Universitas Pertahanan RI - Salemba | Tersedia | - |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001841 | ||
| 005 | 20260213102033 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001841 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 090 | $a T.22.22.014 | ||
| 100 | 0 | # | $a M. Ikhwan Syahtaria |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN THORIUM SEBAGAI BAHAN BAKAR NUKLIR DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2022 |
| 500 | # | # | $a Saat ini, data menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan energi masih bergantung pada bahan bakar yang bersumber dari fosil seperti batubara, minyak dan gas bumi. Namun energi fosil tidak ramah lingkungan bahkan menipis dan habis. Sehingga perlu mengembangkan energi alternatif yang bersih lingkungan. Energi nuklir dijadikan salah satu opsi dalam pemenuhan kebutuhan energi dunia masa depan sebagai energi alternatif yang strategis. Mengingat Indonesia memiliki potensi sumberdaya Thorium yang tinggi, maka pemanfaatannya dalam pengembangan industri nuklir di Indonesia merupakan hal yang sangat mendasar, karena meningkatkan ketahanan energi baik dalam availability, accessibility, maupun sustainability, namun pengembangan thorium masih belum dirasakan di Indonesia akibat dari belum adanya tindakan yang signifikan pada kebijakan pemerintah untuk menetapkan kebijakan pemanfaatan energi nuklir yang berorientasi pada proyek pembangunan PLTN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik bertujuan untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi, atau fenomena realitas yang menjadi objek penelitian, dan menarik realitas tersebut sebagai ciri, karakter, sifat, model, atau gambaran tentang kondisi tertentu. Pada pengumpulan data ditemukan permasalahan implementasi pengembangan Thorium, antara lain belum adanya: NEPIO, peraturan resmi sebagai payung hukum para investor, kesepakatan mengenai target waktu COD PLTN pertama, dan urgensi untuk produksi bahan bakar nuklir. Secara keseluruhan kegiatan hulu thorium di Indonesia masih belum terlaksana karena untuk memulai produksi thorium memerlukan dukungan kepastian nilai ekonomis dari Thorium. Serta saat ini belum ada kegiatan hilir thorium, karena PLTN dengan bahan bakar thorium sendiri belum dibangun di Indonesia bahkan belum ada yang menggunakan Thorium sebagai bahan bakar nuklir secara komersial. |
| 650 | 4 | $a Nuklir -- Ketahanan Energi -- PLTN -- Energi alternatif -- thorium | |
| 700 | 0 | # | $a Arifuddin Uksan |
| 700 | 0 | # | $a M. Sidik Boedoyo |
| 700 | 0 | # | $a Nugroho Adi Sasongko |
| 700 | 0 | # | $a Nyimas Aljaniah Zahra |
| 700 | 0 | # | $a Rudy Laksmono |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :