| Judul | ANALISIS KEBUTUHAN BAJA KAPAL PERANG PADA INDUSTRI GALANGAN KAPAL (STUDI KASUS: PT KRAKATAU STEEL) |
| Pengarang | Khaerudin YUSUF SAPUTRO Jupriyanto Aries Sudiarso Djamarel Hermanto Ida Bagus Made Putra Jandhana |
| Penerbitan | Sentul, Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2021 |
| Subjek | Kapal Perang -- Industri Galangan Kapal -- Kebutuhan Baja |
| Catatan | Baja merupakan material yang digunakan dalam berbagai pembangunan infrastruktur di Indonesia, salah satunya untuk kebutuhan pembangunan di galangan kapal. Namun berbagai permasalahan pada industri baja masih sering ditemui seperti harga yang mahal, banyaknya produk impor dan rendahnya konsumsi baja di Indonesia. Upaya pemerintah dalam memperbaiki tingkat konsumsi baja melalui sektor industri galangan kapal dengan membangun klaster baja dengan kapasitas 10 juta ton di Cilegon dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan baja dalam negeri. Dengan demikian penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proporsi baja kapal perang di masa yang akan datang, tren kebutuhan baja kapal perang, serta kemampuan industri baja dalam memenuhi kebutuhan baja kapal perang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan Metode perhitungan berat baja kapal, Metode peramalan Regresi Linear, dan Net Assessment. Berdasarkan perhitungan menggunakan Regresi Linear, pada kondisi normal saat ini yaitu skenario perdamaian beku diperkirakan proporsi baja kapal perang tahun 2020-2024 berkisar 20.835,37 ton dengan pemakaian 4.167,07 ton per tahun. Sedangkan pada skenario T1 seperti kondisi Kebangkitan Damai, Perang Dingin dan Perang Besar diperkirakan pemakaian baja kapal perang tiap tahunnya berkisar 16.581,25 ton-173.148,73 ton per tahun. Dengan demikian tren baja kapal perang di masa yang akan datang mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah konsumsi baja kapal perang di masa yang akan datang tersebut jika dihadapkan dengan kapasitas produksi PT Krakatau Steel yang mencapai 200.000 ton per tahun masih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan baja kapal dalam negeri. Sehingga disimpulkan PT Krakatau Steel mampu memasok baja baik pada kondisi normal maupun tidak normal. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 2f3800209dd832bc65a9200c59722208.pdf | 2f3800209dd832bc65a9200c59722208.pdf | Baca | |
| 2 | 16b182ed66d492ee6a3906e63b4640dd.pdf | 16b182ed66d492ee6a3906e63b4640dd.pdf | Baca | |
| 3 | 9894f608b9bc257b98edb39acf57a47f.pdf | 9894f608b9bc257b98edb39acf57a47f.pdf | Baca | |
| 4 | 655b9e0d4dd81b2ac923f017dbc33ef8.pdf | 655b9e0d4dd81b2ac923f017dbc33ef8.pdf | Baca | |
| 5 | 289463e59a5d928bdf67603ef4d31814.pdf | 289463e59a5d928bdf67603ef4d31814.pdf | Baca | |
| 6 | 16cd261e5225f8f68dcbbb4bb69af95f.pdf | 16cd261e5225f8f68dcbbb4bb69af95f.pdf | Baca | |
| 7 | 30c6d52fd74fdb69b4ae82e6c1da555a.pdf | 30c6d52fd74fdb69b4ae82e6c1da555a.pdf | Baca | |
| 8 | b35f402936c6a263e1df25cd3c52f67f.pdf | b35f402936c6a263e1df25cd3c52f67f.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000001899 | ||
| 005 | 20260213093928 | ||
| 008 | 260213################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225001899 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a Khaerudin |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS KEBUTUHAN BAJA KAPAL PERANG PADA INDUSTRI GALANGAN KAPAL (STUDI KASUS: PT KRAKATAU STEEL) |
| 260 | # | # | $a Sentul, Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2021 |
| 500 | # | # | $a Baja merupakan material yang digunakan dalam berbagai pembangunan infrastruktur di Indonesia, salah satunya untuk kebutuhan pembangunan di galangan kapal. Namun berbagai permasalahan pada industri baja masih sering ditemui seperti harga yang mahal, banyaknya produk impor dan rendahnya konsumsi baja di Indonesia. Upaya pemerintah dalam memperbaiki tingkat konsumsi baja melalui sektor industri galangan kapal dengan membangun klaster baja dengan kapasitas 10 juta ton di Cilegon dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan baja dalam negeri. Dengan demikian penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proporsi baja kapal perang di masa yang akan datang, tren kebutuhan baja kapal perang, serta kemampuan industri baja dalam memenuhi kebutuhan baja kapal perang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan Metode perhitungan berat baja kapal, Metode peramalan Regresi Linear, dan Net Assessment. Berdasarkan perhitungan menggunakan Regresi Linear, pada kondisi normal saat ini yaitu skenario perdamaian beku diperkirakan proporsi baja kapal perang tahun 2020-2024 berkisar 20.835,37 ton dengan pemakaian 4.167,07 ton per tahun. Sedangkan pada skenario T1 seperti kondisi Kebangkitan Damai, Perang Dingin dan Perang Besar diperkirakan pemakaian baja kapal perang tiap tahunnya berkisar 16.581,25 ton-173.148,73 ton per tahun. Dengan demikian tren baja kapal perang di masa yang akan datang mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah konsumsi baja kapal perang di masa yang akan datang tersebut jika dihadapkan dengan kapasitas produksi PT Krakatau Steel yang mencapai 200.000 ton per tahun masih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan baja kapal dalam negeri. Sehingga disimpulkan PT Krakatau Steel mampu memasok baja baik pada kondisi normal maupun tidak normal. |
| 650 | 4 | $a Kapal Perang -- Industri Galangan Kapal -- Kebutuhan Baja | |
| 700 | 0 | # | $a Aries Sudiarso |
| 700 | 0 | # | $a Djamarel Hermanto |
| 700 | 0 | # | $a Ida Bagus Made Putra Jandhana |
| 700 | 0 | # | $a Jupriyanto |
| 700 | 0 | # | $a YUSUF SAPUTRO |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :