Judul PENGEMBANGAN RADAR NAVIGASI LAUT UNTUK PEMANTAUAN POTENSI BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH BANDUNG
Pengarang RACHMAT SUNARYA
Trismadi
Andrian Andaya Lestari
Setiyo Budiyanto
GENTIO HARSONO
Achmad Farid Wajdji
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Teknologi Penginderaan -- Bandung -- Radar Cuaca -- Radar Navigasi Laut -- Bencana Hidrometeorologi -- Curah Hujan
Catatan Radar cuaca menjadi alternatif sistem pemantauan curah hujan karena dapat mecakup dalam area yang luas. Namun, radar cuaca harganya cukup mahal dengan lokasi penempatan dan sebagian suku cadang komponennya masih merupakan barang import. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan terobosan untuk solusi radar cuaca dengan biaya murah dan sifatnya dapat dipindah-pindah (portable). Dalam tesis ini telah dikembangkan radar navigasi laut yang umumnya dipasang di kapal laut dan bergerak sesuai tujuan kapal menjadi radar cuaca dan ditempatkan didaratan dengan lokasi tetap yang akan berfungsi sebagai radar cuaca untuk memantau curah hujan. Kelebihan radar yang dikembangkan ini yaitu lebih murah dari radar cuaca, mudah dipindahkan dan cakupan yang luas hingga mencapai radius 60 km. Hasil pengembangan interface dapat mengubah fungsi radar navigasi laut menjadi radar hujan yang dapat mendeteksi curah hujan di wilayah Bandung dengan bukti hasil pengamatan radar cuaca hamper sama dengan pengamatan insitu dan satelit.Jumlah populasi Sekitar 2,53 juta jiwa jumlah populasi di Bandung merupakan kota terpadat ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Bencana hidrometeorologi hampir setiap tahun terjadi di Bandung. Fenomena angin puting beliung terkadang muncul yang disertai dengan hujan deras yang terjadi dari proses adanya awan cumulonimbus yang terdiri dari beberapa fase yang menunjukkan adanya rotasi yang sangat kuat yang menunjukkan sebuah pola berupa bentuk seperti mata kail (bow echo) di suatu daerah dengan angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang terjadi sangat singkat, tetapi dampaknya dapat mengkibatkan banjir. Dengan jumlah penduduk yang padat ini dengan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung sebagai kota besar sangat rentan terhadap bahaya banjir. Meskipun hampir setiap tahun terjadi bencana banjir, namun jumlah stasiun pemantau curah hujan di Bandung masih terbatas. Stasiun pemantau curah hujan tersebut hanya mengukur curah hujan di satu titik saja.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 cf0526e4fdaf25d1cd9b3407eb5aabce.pdf cf0526e4fdaf25d1cd9b3407eb5aabce.pdf pdf Baca
2 23e85c25364d93217b10fb021cc5eefa.pdf 23e85c25364d93217b10fb021cc5eefa.pdf pdf Baca
3 c8a0b1ec85edfd1be95b1a3da5d0fa0e.pdf c8a0b1ec85edfd1be95b1a3da5d0fa0e.pdf pdf Baca
4 e119e59a846b35ea54ee6fdaecf01c63.pdf e119e59a846b35ea54ee6fdaecf01c63.pdf pdf Baca
5 36f9c449bf0ab0ffdf0ce9ced2f36145.pdf 36f9c449bf0ab0ffdf0ce9ced2f36145.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002677
005 20260213014514
008 260213################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002677
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a RACHMAT SUNARYA
245 1 # $a PENGEMBANGAN RADAR NAVIGASI LAUT UNTUK PEMANTAUAN POTENSI BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH BANDUNG
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Radar cuaca menjadi alternatif sistem pemantauan curah hujan karena dapat mecakup dalam area yang luas. Namun, radar cuaca harganya cukup mahal dengan lokasi penempatan dan sebagian suku cadang komponennya masih merupakan barang import. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan terobosan untuk solusi radar cuaca dengan biaya murah dan sifatnya dapat dipindah-pindah (portable). Dalam tesis ini telah dikembangkan radar navigasi laut yang umumnya dipasang di kapal laut dan bergerak sesuai tujuan kapal menjadi radar cuaca dan ditempatkan didaratan dengan lokasi tetap yang akan berfungsi sebagai radar cuaca untuk memantau curah hujan. Kelebihan radar yang dikembangkan ini yaitu lebih murah dari radar cuaca, mudah dipindahkan dan cakupan yang luas hingga mencapai radius 60 km. Hasil pengembangan interface dapat mengubah fungsi radar navigasi laut menjadi radar hujan yang dapat mendeteksi curah hujan di wilayah Bandung dengan bukti hasil pengamatan radar cuaca hamper sama dengan pengamatan insitu dan satelit.Jumlah populasi Sekitar 2,53 juta jiwa jumlah populasi di Bandung merupakan kota terpadat ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Bencana hidrometeorologi hampir setiap tahun terjadi di Bandung. Fenomena angin puting beliung terkadang muncul yang disertai dengan hujan deras yang terjadi dari proses adanya awan cumulonimbus yang terdiri dari beberapa fase yang menunjukkan adanya rotasi yang sangat kuat yang menunjukkan sebuah pola berupa bentuk seperti mata kail (bow echo) di suatu daerah dengan angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang terjadi sangat singkat, tetapi dampaknya dapat mengkibatkan banjir. Dengan jumlah penduduk yang padat ini dengan infrastruktur dan sarana prasarana pendukung sebagai kota besar sangat rentan terhadap bahaya banjir. Meskipun hampir setiap tahun terjadi bencana banjir, namun jumlah stasiun pemantau curah hujan di Bandung masih terbatas. Stasiun pemantau curah hujan tersebut hanya mengukur curah hujan di satu titik saja.
650 4 $a Teknologi Penginderaan -- Bandung -- Radar Cuaca -- Radar Navigasi Laut -- Bencana Hidrometeorologi -- Curah Hujan
700 0 # $a Achmad Farid Wajdji
700 0 # $a Andrian Andaya Lestari
700 0 # $a GENTIO HARSONO
700 0 # $a Setiyo Budiyanto
700 0 # $a Trismadi
Content Unduh katalog