Judul RESPONS ANCAMAN SIBER OLEH PERTAHANAN SIBER INDONESIA DITINJAU BERDASARKAN TALLINN MANUAL 2.0
Pengarang HENDRA NURDIANSYAH
Djamarel Hermanto
Agung Risdhianto
Rudy A.G. Gultom
Much Mualim
Pujo Widodo
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Pertahanan Siber -- Manajemen Pertahanan -- Ancaman Siber -- SWCSF -- Tallinn Manual 2.0
Catatan Masifnya penggunaan teknologi berbasis digital sesuai dengan revolusi industri 4.0 menghadirkan ancaman baru yang dikenal dengan ancaman siber. Ancaman ini apabila tidak dapat direspons dengan baik maka akan mengancam kedaulatan negara. Sejumlah negara di dunia memaksimalkan potensi pertahanan sibernya untuk dapat merespons setiap ancaman siber. Penelitian ini dmaksudkan untuk menganalisis kondisi kemampuan pertahanan siber Indonesia, meninjaunya berdasarkan Tallinn Manual 2.0, dan merekomendasikan upaya peningkatan kemampuannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi kemampuan pertahanan siber saat ini masih memerlukan perbaikan berdasarkan enam faktor dari sixware cybersecurity framework (SWCSF) yaitu brainware, software, hardware, firmware, infrastructureware, dan budgetware. 2) Tinjauan terhadap aturan yang ada dalam Tallinn Manual 2.0 menghadirkan tantangan baru bagi pertahanan siber Indonesia seperti kedaulatan, yurisdiksi, uji tuntas, perilaku permusuhan, keamanan kolektif, penggunaan kekuatan, dan hukum pertanggungjawaban internasional. 3) Upaya strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan siber Indonesia antara lain: pembentukan SDM yang adaptif dan pembentukan prajurit siber, peremajaan dan penambahan perangkat keras, kemandirian produk pertahanan siber, pemutakhiran dan pembuatan kebijakan baru, penguatan infrastruktur jaringan komputer Kemhan/TNI dan diplomasi siber; dan alokasi anggaran yang sesuai dengan peningkatan postur pertahanan siber. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kemampuan pertahanan siber Indonesia dalam merespons ancaman siber masih memerlukan perbaikan. Perbaikan tersebut juga dihadapkan pada tantangan yang muncul dari tinjauan berdasarkan Tallinn Manual 2.0. Hal tersebut membutuhkan upaya strategi agar tercapai pertahanan siber Indonesia yang mampu merespons setiap ancaman siber dengan baik.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 2302311313a2b08c28722af3105f5fbe.pdf 2302311313a2b08c28722af3105f5fbe.pdf pdf Baca
2 7dab2d1dcfea2797b2c18f484a3acb85.pdf 7dab2d1dcfea2797b2c18f484a3acb85.pdf pdf Baca
3 1215c96e07d7ef25fe912118396796a6.pdf 1215c96e07d7ef25fe912118396796a6.pdf pdf Baca
4 22907781b44d4901205260217189b62e.pdf 22907781b44d4901205260217189b62e.pdf pdf Baca
5 f939e1946192ae9fd6760c2b275c9332.pdf f939e1946192ae9fd6760c2b275c9332.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002802
005 20260212025636
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002802
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a HENDRA NURDIANSYAH
245 1 # $a RESPONS ANCAMAN SIBER OLEH PERTAHANAN SIBER INDONESIA DITINJAU BERDASARKAN TALLINN MANUAL 2.0
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Masifnya penggunaan teknologi berbasis digital sesuai dengan revolusi industri 4.0 menghadirkan ancaman baru yang dikenal dengan ancaman siber. Ancaman ini apabila tidak dapat direspons dengan baik maka akan mengancam kedaulatan negara. Sejumlah negara di dunia memaksimalkan potensi pertahanan sibernya untuk dapat merespons setiap ancaman siber. Penelitian ini dmaksudkan untuk menganalisis kondisi kemampuan pertahanan siber Indonesia, meninjaunya berdasarkan Tallinn Manual 2.0, dan merekomendasikan upaya peningkatan kemampuannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi kemampuan pertahanan siber saat ini masih memerlukan perbaikan berdasarkan enam faktor dari sixware cybersecurity framework (SWCSF) yaitu brainware, software, hardware, firmware, infrastructureware, dan budgetware. 2) Tinjauan terhadap aturan yang ada dalam Tallinn Manual 2.0 menghadirkan tantangan baru bagi pertahanan siber Indonesia seperti kedaulatan, yurisdiksi, uji tuntas, perilaku permusuhan, keamanan kolektif, penggunaan kekuatan, dan hukum pertanggungjawaban internasional. 3) Upaya strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan siber Indonesia antara lain: pembentukan SDM yang adaptif dan pembentukan prajurit siber, peremajaan dan penambahan perangkat keras, kemandirian produk pertahanan siber, pemutakhiran dan pembuatan kebijakan baru, penguatan infrastruktur jaringan komputer Kemhan/TNI dan diplomasi siber; dan alokasi anggaran yang sesuai dengan peningkatan postur pertahanan siber. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kemampuan pertahanan siber Indonesia dalam merespons ancaman siber masih memerlukan perbaikan. Perbaikan tersebut juga dihadapkan pada tantangan yang muncul dari tinjauan berdasarkan Tallinn Manual 2.0. Hal tersebut membutuhkan upaya strategi agar tercapai pertahanan siber Indonesia yang mampu merespons setiap ancaman siber dengan baik.
650 4 $a Pertahanan Siber -- Manajemen Pertahanan -- Ancaman Siber -- SWCSF -- Tallinn Manual 2.0
700 0 # $a Agung Risdhianto
700 0 # $a Djamarel Hermanto
700 0 # $a Much Mualim
700 0 # $a Pujo Widodo
700 0 # $a Rudy A.G. Gultom
Content Unduh katalog