Judul REDESAIN SISTEM PROPULSI KAPAL FAST PATROL BOAT (FPB 57) DENGAN MPK TIPE MAN 20V175D GUNA MENGURANGI JEJAK AKUSTIK DALAM RANGKA MENDUKUNG SISTEM PERTAHANAN NEGARA DI LAUT
Pengarang ARDAN NAGRA COUTSAR
Aries Sudiarso
Imanuel Dindin
I Nengah Putra Apriyanto
Edy Sulistyadi
Jupriyanto
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Teknologi Daya Gerak -- Getaran -- Kebisingan Terpancar Bawah Air -- Kesesuaian Mesin dan Propeler
Catatan Indonesia memiliki Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN) untuk menjaga kedaulatan dan KRI TNI AL berperan sangat penting. Pemerintah berencana melakukan peningkatan kemampuan 41 KRI dalam proyek refurbishment-R41. Pada FPB57, repowering dan penambahan surface-to-surface missile (SSM) akan dilakukan. Mesin pendorong pokok (MPK) pengganti memiliki karakteristik yang berbeda dengan eksisting sehingga analisis engine propeler matching (EPM) perlu dilakukan. Bila tidak dilakukan dengan tepat, sistem propulsi dapat menimbulkan getaran berlebih dan peningkatan underwater radiated noise (URN) sehingga survivabilitas kapal menurun. Analisis EPM, getaran dan akustik perlu dilakukan pada sistem propulsi. Kombinasi metode numerik dengan taguchi digunakan sebagai analisis. Desain sistem propulsi divariasikan berdasarkan diameter propeler, tebal shaft bracket dan putaran mesin. Hasil menunjukkan sistem propulsi redesain lebih baik dibandingkan dengan sistem propulsi eksisting pada segala aspek. Dari segi EPM, sistem propulsi redesain tidak terjadi kavitasi, efisiensi tinggi (66.16%), kecepatan 28 knot tercapai. Sedangkan sistem propulsi eksisting terjadi kavitasi, efisiensi rendah (62,95%) dan kecepatan 28 knot tidak tercapai. Dari segi getaran, terjadi pengurangan respon pada putaran sedang dan rendah berupa deformasi (mm) dari 0.32 menjadi 0.24 dan 0.13 menjadi 0.04; kecepatan (mm/s) dari 47.85 menjadi 34.57 dan 10.43 menjadi 3.49; serta akselerasi (mm/s) dari 7105 menjadi 5078 dan 817 menjadi 274. Dari segi akustik, terjadi pengurangan amplitudo (dB) untuk semua putaran (tinggi, sedang, rendah) yaitu 320 menjadi 316, 314 menjadi 310 dan 302 menjadi 296. Akustik dapat dikurangi dengan melakukan rekayasa getaran agar tidak berada pada frekuensi naturalnya. Sebagai rekomendasi diameter propeler 1600 mm dan shaft bracket hard thicken (ditebalkan) dapat digunakan.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 56ce630d377f2a5737573755bdb6f193.pdf 56ce630d377f2a5737573755bdb6f193.pdf pdf Baca
2 30fdeea48d3a8e3ef1d820da0a6878c0.pdf 30fdeea48d3a8e3ef1d820da0a6878c0.pdf pdf Baca
3 51b96b8b5271c9ecbd123675b64a1d6c.pdf 51b96b8b5271c9ecbd123675b64a1d6c.pdf pdf Baca
4 9f82bea3c883fcf35eaf4585d885b082.pdf 9f82bea3c883fcf35eaf4585d885b082.pdf pdf Baca
5 68ab22c19a0270b223071cf9c1473733.pdf 68ab22c19a0270b223071cf9c1473733.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003126
005 20260212100921
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003126
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a ARDAN NAGRA COUTSAR
245 1 # $a REDESAIN SISTEM PROPULSI KAPAL FAST PATROL BOAT (FPB 57) DENGAN MPK TIPE MAN 20V175D GUNA MENGURANGI JEJAK AKUSTIK DALAM RANGKA MENDUKUNG SISTEM PERTAHANAN NEGARA DI LAUT
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Indonesia memiliki Strategi Pertahanan Laut Nusantara (SPLN) untuk menjaga kedaulatan dan KRI TNI AL berperan sangat penting. Pemerintah berencana melakukan peningkatan kemampuan 41 KRI dalam proyek refurbishment-R41. Pada FPB57, repowering dan penambahan surface-to-surface missile (SSM) akan dilakukan. Mesin pendorong pokok (MPK) pengganti memiliki karakteristik yang berbeda dengan eksisting sehingga analisis engine propeler matching (EPM) perlu dilakukan. Bila tidak dilakukan dengan tepat, sistem propulsi dapat menimbulkan getaran berlebih dan peningkatan underwater radiated noise (URN) sehingga survivabilitas kapal menurun. Analisis EPM, getaran dan akustik perlu dilakukan pada sistem propulsi. Kombinasi metode numerik dengan taguchi digunakan sebagai analisis. Desain sistem propulsi divariasikan berdasarkan diameter propeler, tebal shaft bracket dan putaran mesin. Hasil menunjukkan sistem propulsi redesain lebih baik dibandingkan dengan sistem propulsi eksisting pada segala aspek. Dari segi EPM, sistem propulsi redesain tidak terjadi kavitasi, efisiensi tinggi (66.16%), kecepatan 28 knot tercapai. Sedangkan sistem propulsi eksisting terjadi kavitasi, efisiensi rendah (62,95%) dan kecepatan 28 knot tidak tercapai. Dari segi getaran, terjadi pengurangan respon pada putaran sedang dan rendah berupa deformasi (mm) dari 0.32 menjadi 0.24 dan 0.13 menjadi 0.04; kecepatan (mm/s) dari 47.85 menjadi 34.57 dan 10.43 menjadi 3.49; serta akselerasi (mm/s) dari 7105 menjadi 5078 dan 817 menjadi 274. Dari segi akustik, terjadi pengurangan amplitudo (dB) untuk semua putaran (tinggi, sedang, rendah) yaitu 320 menjadi 316, 314 menjadi 310 dan 302 menjadi 296. Akustik dapat dikurangi dengan melakukan rekayasa getaran agar tidak berada pada frekuensi naturalnya. Sebagai rekomendasi diameter propeler 1600 mm dan shaft bracket hard thicken (ditebalkan) dapat digunakan.
650 4 $a Teknologi Daya Gerak -- Getaran -- Kebisingan Terpancar Bawah Air -- Kesesuaian Mesin dan Propeler
700 0 # $a Aries Sudiarso
700 0 # $a Edy Sulistyadi
700 0 # $a I Nengah Putra Apriyanto
700 0 # $a Imanuel Dindin
700 0 # $a Jupriyanto
Content Unduh katalog