| Judul | GAMBARAN TINGKAT GANGGUAN SOMATOFORM BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN PROGRAM STUDI PADA KADET MAHASISWA TINGKAT 1 UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2023-2024 |
| Pengarang | MUHAMMAD YUSUF RIZALDY AZMI Nadia Permatasari Go Eddy Gunawan Hanifah |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024 |
| Subjek | Kedokteran -- Kadet Mahasiswa -- Jenis Kelamin -- Gangguan Somatoform -- PHQ-15 -- Program Studi |
| Catatan | Latar Belakang: Gangguan somatoform adalah gejala fisik dengan pengaruh psikiatri yang kuat pada gejala tersebut yang bukan dari masalah sistem organ. Gangguan ini dapat terjadi pada semua umur yang berkaitan dengan faktor psikologi, sosial, dan biologis. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan somatoform cenderung lebih tinggi pada perempuan, dan masih perlu penelitian lebih lanjut pada program studi dan pendidikan semi militer. Tujuan: penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat gangguan somatoform secara umum pada kadet mahasiswa tingkat 1 dan berdasarkan jenis kelamin serta program studi dengan harapan dapat menambah wawasan pengetahuandan membantu identifikasi masalah gangguan somatoform pada kadet mahasiswa. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total sampling. Didapatkan 285 responden Kadet Mahasiswa tingkat 1 yang mengisi Patient Health Questionnaire-15 (PHQ-15) pada bulan Desember 2023. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian mendapatkan bahwa 78 responden (27,4%) memiliki gangguan somatoform, dengan tingkat ringan 66 (23,2%), tingkat sedang 9 (3,2%), tingkat berat 3 (1,1%). Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah : pusing / pening 77%. Berdasarkan jenis kelamin, Perempuan yang memiliki gangguan somatoform 52(44,1%), Laki-laki yang memiliki gangguan somatoform 26(15,6%). Berdasarkan program studi, persentase terbanyak adalah kedokteran sejumlah 36,6%. Persentase perempuan mengalami gangguan somatoform pada tiap program studi lebih banyak daripada laki-laki. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat gangguan somatoform pada Kadet Mahasiswa tingkat satu cukup rendah dan terdapat perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan program studi. Jenis kelamin perempuan memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan somatoform (p |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 0a36ea68dede48d30dd50bca7e131007.pdf | 0a36ea68dede48d30dd50bca7e131007.pdf | Baca | |
| 2 | 78dd79b89bc3e13c2cf5053c5763429c.pdf | 78dd79b89bc3e13c2cf5053c5763429c.pdf | Baca | |
| 3 | 3addc178d33c79d2f4a90a01ece3b017.pdf | 3addc178d33c79d2f4a90a01ece3b017.pdf | Baca | |
| 4 | 011d8e384d33e0764e2fa324eed37089.pdf | 011d8e384d33e0764e2fa324eed37089.pdf | Baca | |
| 5 | 941c103b3086e5d098369463ca89d9fe.pdf | 941c103b3086e5d098369463ca89d9fe.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000003223 | ||
| 005 | 20260211011033 | ||
| 008 | 260211################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225003223 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a MUHAMMAD YUSUF RIZALDY AZMI |
| 245 | 1 | # | $a GAMBARAN TINGKAT GANGGUAN SOMATOFORM BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN PROGRAM STUDI PADA KADET MAHASISWA TINGKAT 1 UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2023-2024 |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024 |
| 500 | # | # | $a Latar Belakang: Gangguan somatoform adalah gejala fisik dengan pengaruh psikiatri yang kuat pada gejala tersebut yang bukan dari masalah sistem organ. Gangguan ini dapat terjadi pada semua umur yang berkaitan dengan faktor psikologi, sosial, dan biologis. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan somatoform cenderung lebih tinggi pada perempuan, dan masih perlu penelitian lebih lanjut pada program studi dan pendidikan semi militer. Tujuan: penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat gangguan somatoform secara umum pada kadet mahasiswa tingkat 1 dan berdasarkan jenis kelamin serta program studi dengan harapan dapat menambah wawasan pengetahuandan membantu identifikasi masalah gangguan somatoform pada kadet mahasiswa. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total sampling. Didapatkan 285 responden Kadet Mahasiswa tingkat 1 yang mengisi Patient Health Questionnaire-15 (PHQ-15) pada bulan Desember 2023. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian mendapatkan bahwa 78 responden (27,4%) memiliki gangguan somatoform, dengan tingkat ringan 66 (23,2%), tingkat sedang 9 (3,2%), tingkat berat 3 (1,1%). Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah : pusing / pening 77%. Berdasarkan jenis kelamin, Perempuan yang memiliki gangguan somatoform 52(44,1%), Laki-laki yang memiliki gangguan somatoform 26(15,6%). Berdasarkan program studi, persentase terbanyak adalah kedokteran sejumlah 36,6%. Persentase perempuan mengalami gangguan somatoform pada tiap program studi lebih banyak daripada laki-laki. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat gangguan somatoform pada Kadet Mahasiswa tingkat satu cukup rendah dan terdapat perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan program studi. Jenis kelamin perempuan memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan somatoform (p |
| 650 | 4 | $a Kedokteran -- Kadet Mahasiswa -- Jenis Kelamin -- Gangguan Somatoform -- PHQ-15 -- Program Studi | |
| 700 | 0 | # | $a Go Eddy Gunawan |
| 700 | 0 | # | $a Hanifah |
| 700 | 0 | # | $a Nadia Permatasari |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :