Judul GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KADET MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PERTAHANAN RI MENGENAI SKABIES
Pengarang NAUFAL DIMAS LINGGA TAKBIRRAHMAN
Roby Syah Putra Firmansyah
Elitha Sundari Pulungan
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Kedokteran -- Kadet Mahasiswa -- Skabies -- Tingkat Pengetahuan
Catatan Skabies adalah sebuah kondisi penyakit kulit menular yang diakibatkan oleh Sarcoptes scabiei. Data dari International Alliance for the Control of Scabies (IACS), terdapat variasi kejadian skabies di setiap negara, berkisar 0,3% sampai 46%. Prevalensi skabies di Indonesia menurut data terbaru oleh Departemen Kesehatan, yaitu berkisar pada 3,9-6% di tahun 2020. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran tingkat pengetahuan kadet mahasiswa FakuItas Kedokteran dan llmu Kesehatan Unhan RI mengenai skabies. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif analitik dengan metode cross-sectional. Pada penelitian ini, 246 sampel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebaran responden dari setiap cohort adalah 62 orang dari cohort 1, 54 orang dari cohort 2, 68 orang dari cohort 3, dan 62 orang berasal dari cohort 4. Lalu, sebaran menurut jenis kelamin, subjek laki-laki sebanyak 130 orang, sedangkan subjek perempuan sebanyak 116 orang. Selanjutnya, dari kuesioner yang dibagikan, didapatkan 97,6% subjek memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit skabies, sedangkan 2,4% lainnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyakit skabies. Pada penelitian ini, tidak ada satupun subjek yang memiliki pengetahuan yang kurang. Perbandingan tingkat pengetahuan antarcohort mengenai penyakit skabies ditunjukkan oleh persentase yang berbeda dimana cohort 1 memiliki persentase orang yang memiliki pengetahuan baik lebih tinggi, diikuti oleh cohort 2, lalu cohort 3, dan terakhir cohort 4. Meskipun begitu, secara statistik tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan. Perbandingan selanjutnya dilakukan berdasarkan jenis kelamin, dimana secara persentase dan secara statistik terbukti adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang hasilnya adalah perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan laki-laki.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 a8c1156316f4d599dbafed8802b2fd37.pdf a8c1156316f4d599dbafed8802b2fd37.pdf pdf Baca
2 f64b2e5c324b028573028f9291708d9a.pdf f64b2e5c324b028573028f9291708d9a.pdf pdf Baca
3 54413c11fc28e1504c00b1011d519ed3.pdf 54413c11fc28e1504c00b1011d519ed3.pdf pdf Baca
4 c761155b19b5b6833a928ea0ede2d7e7.pdf c761155b19b5b6833a928ea0ede2d7e7.pdf pdf Baca
5 e436a9b05a71339e8232714fb1f14144.pdf e436a9b05a71339e8232714fb1f14144.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003226
005 20260211010914
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003226
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a NAUFAL DIMAS LINGGA TAKBIRRAHMAN
245 1 # $a GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KADET MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PERTAHANAN RI MENGENAI SKABIES
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Skabies adalah sebuah kondisi penyakit kulit menular yang diakibatkan oleh Sarcoptes scabiei. Data dari International Alliance for the Control of Scabies (IACS), terdapat variasi kejadian skabies di setiap negara, berkisar 0,3% sampai 46%. Prevalensi skabies di Indonesia menurut data terbaru oleh Departemen Kesehatan, yaitu berkisar pada 3,9-6% di tahun 2020. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran tingkat pengetahuan kadet mahasiswa FakuItas Kedokteran dan llmu Kesehatan Unhan RI mengenai skabies. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif analitik dengan metode cross-sectional. Pada penelitian ini, 246 sampel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebaran responden dari setiap cohort adalah 62 orang dari cohort 1, 54 orang dari cohort 2, 68 orang dari cohort 3, dan 62 orang berasal dari cohort 4. Lalu, sebaran menurut jenis kelamin, subjek laki-laki sebanyak 130 orang, sedangkan subjek perempuan sebanyak 116 orang. Selanjutnya, dari kuesioner yang dibagikan, didapatkan 97,6% subjek memiliki pengetahuan yang baik mengenai penyakit skabies, sedangkan 2,4% lainnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyakit skabies. Pada penelitian ini, tidak ada satupun subjek yang memiliki pengetahuan yang kurang. Perbandingan tingkat pengetahuan antarcohort mengenai penyakit skabies ditunjukkan oleh persentase yang berbeda dimana cohort 1 memiliki persentase orang yang memiliki pengetahuan baik lebih tinggi, diikuti oleh cohort 2, lalu cohort 3, dan terakhir cohort 4. Meskipun begitu, secara statistik tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan. Perbandingan selanjutnya dilakukan berdasarkan jenis kelamin, dimana secara persentase dan secara statistik terbukti adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang hasilnya adalah perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan laki-laki.
650 4 $a Kedokteran -- Kadet Mahasiswa -- Skabies -- Tingkat Pengetahuan
700 0 # $a Elitha Sundari Pulungan
700 0 # $a Roby Syah Putra Firmansyah
Content Unduh katalog