Judul PENGUATAN KERJASAMA BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA DENGAN STAKEHOLDER DALAM MENGHADAPI PENYELUNDUPAN NARKOBA DI SELAT SUNDA PROVINSI BANTEN
Pengarang YUSUP IMANNURDIN
Rudy Sutanto
Dohar Sianturi
Harjo Susmoro
Aries Sudiarso
Lukman Yudho Prakoso
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Kerja sama -- Strategi Pertahanan Laut -- Penyelundupan Narkoba -- stakeholder
Catatan Perairan Selat Sunda adalah wilayah pelayaran yang memiliki kepentingan strategis di Indonesia, yang juga dikenal dengan sebutan Alur Laut Kepulauan Indonesia Satu (ALKI 1). Kawasan perairan Selat Sunda terdapat ancaman berupa kejahatan lintas negara yang meliputi perompakan di laut, penyelundupan narkoba, penyelundupan manusia dan penyelundupan senjata, terorisme, serta penyelundupan BBM kerap memanfaatkan laut. Penyelundupan narkotika disinyalir 80% melalui jalur laut, sementara pemeriksaan barang dan kendaraan yang keluar pelabuhan hanya sekitar 15%. Sehingga peredaran dan perputaran narkoba sulit dibendung jika hanya menghandalkan petugas yang jumlahnya terbatas. Penelitian ini mengelaborasi penguatan kerja sama Bakamla RI dengan stakeholder dalam menghadapi penyelundupan narkoba di Selat Sunda. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini membahas strategi Bakamla RI dalam penguatan kerja sama dengan stakeholder dalam penanganan penyelundupan narkoba di Selat Sunda, dimana ditemukan tujuan utama dari semua instansi terkait adalah menyelenggarakan keselamatan, keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yuridiksi Indonesia, dengan menggunakan bentuk gelar operasi kamla, yakni: gelar operasi dan gelar permanen. Gelar operasi diselenggarakan dengan operasi mandiri, operasi bersama, dan operasi terkoordinasi. Faktor-faktor yang menghambat kerja sama dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal (lingkungan geografis, sistem informasi maritim, sistem logistik nasional). Sedangkan Peran Bakamla RI dalam rangka penguatan kerja sama stakeholder maritim adalah sebagai koordinator lapangan di bawah Menkopolhukam. Dalam menjalankan perannya tersebut, Bakamla RI ditugaskan bersama dengan instansi terkait untuk menyusun Rencana Kerja Nasional penyelenggaraan keselamatan, keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yuridiksi Indonesia.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 a564ddcb7ee8726c5f53f508bbd2c9a8.pdf a564ddcb7ee8726c5f53f508bbd2c9a8.pdf pdf Baca
2 d21287a2f135741a6533e4cb2cc74fb2.pdf d21287a2f135741a6533e4cb2cc74fb2.pdf pdf Baca
3 e6eb3f84e5f5a0cebf4a344c25aac7ae.pdf e6eb3f84e5f5a0cebf4a344c25aac7ae.pdf pdf Baca
4 53453afa1709bb19cd812ebfb2bf505c.pdf 53453afa1709bb19cd812ebfb2bf505c.pdf pdf Baca
5 7922445b3f4c529858468b552b5e7f8e.pdf 7922445b3f4c529858468b552b5e7f8e.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003240
005 20260211120112
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003240
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a YUSUP IMANNURDIN
245 1 # $a PENGUATAN KERJASAMA BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA DENGAN STAKEHOLDER DALAM MENGHADAPI PENYELUNDUPAN NARKOBA DI SELAT SUNDA PROVINSI BANTEN
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Perairan Selat Sunda adalah wilayah pelayaran yang memiliki kepentingan strategis di Indonesia, yang juga dikenal dengan sebutan Alur Laut Kepulauan Indonesia Satu (ALKI 1). Kawasan perairan Selat Sunda terdapat ancaman berupa kejahatan lintas negara yang meliputi perompakan di laut, penyelundupan narkoba, penyelundupan manusia dan penyelundupan senjata, terorisme, serta penyelundupan BBM kerap memanfaatkan laut. Penyelundupan narkotika disinyalir 80% melalui jalur laut, sementara pemeriksaan barang dan kendaraan yang keluar pelabuhan hanya sekitar 15%. Sehingga peredaran dan perputaran narkoba sulit dibendung jika hanya menghandalkan petugas yang jumlahnya terbatas. Penelitian ini mengelaborasi penguatan kerja sama Bakamla RI dengan stakeholder dalam menghadapi penyelundupan narkoba di Selat Sunda. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini membahas strategi Bakamla RI dalam penguatan kerja sama dengan stakeholder dalam penanganan penyelundupan narkoba di Selat Sunda, dimana ditemukan tujuan utama dari semua instansi terkait adalah menyelenggarakan keselamatan, keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yuridiksi Indonesia, dengan menggunakan bentuk gelar operasi kamla, yakni: gelar operasi dan gelar permanen. Gelar operasi diselenggarakan dengan operasi mandiri, operasi bersama, dan operasi terkoordinasi. Faktor-faktor yang menghambat kerja sama dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal (lingkungan geografis, sistem informasi maritim, sistem logistik nasional). Sedangkan Peran Bakamla RI dalam rangka penguatan kerja sama stakeholder maritim adalah sebagai koordinator lapangan di bawah Menkopolhukam. Dalam menjalankan perannya tersebut, Bakamla RI ditugaskan bersama dengan instansi terkait untuk menyusun Rencana Kerja Nasional penyelenggaraan keselamatan, keamanan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yuridiksi Indonesia.
650 4 $a Kerja sama -- Strategi Pertahanan Laut -- Penyelundupan Narkoba -- stakeholder
700 0 # $a Aries Sudiarso
700 0 # $a Dohar Sianturi
700 0 # $a Harjo Susmoro
700 0 # $a Lukman Yudho Prakoso
700 0 # $a Rudy Sutanto
Content Unduh katalog