Judul IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
Pengarang IWAN SETIAWAN
Suhirwan
Ahmad G. Dohamid
Ari Pitoyo Sumarno
M. Afifudin
Triyoga Budi Prasetyo
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Manajemen -- Keamanan -- Peperangan Asimetris -- standar -- sistem -- informasi
Catatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) merupakan bagian dari pengembangan sistem keamanan informasi di Kementerian Pertahanan, dalam menghadapi tantangan berupa perspektif ancaman yang dipengaruhi oleh banyak faktor, sulit diduga dan sulit dikontrol atau dikenal sebagai era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) di lingkungan strategis. Kementerian Pertahanan harus responsif menghadapi serangan siber dalam melindungi data dari aspek Confidentiality, Integrity dan Availability (CIA), dan mampu mengantisipasi risiko keamanan informasi dengan menganalisa situasi dan kondisi pada masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi SMKI, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan SMKI serta strategi kebijakan keamanan informasi Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Pusdatin Kemhan RI) dalam pengamanan data. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, angket, observasi dan dokumentasi serta pengolahan data dengan menggunakan triangulasi data untuk menguji kredibilitas data. Hasil penelitian ini, sistem keamanan informasi Pusdatin Kemhan RI belum memenuhi standar keamanan informasi Internastional Organization for Standardization (ISO) 27001. Keamanan data Pusdatin Kemhan RI didukung dengan adanya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sumber daya manusia, dan keamanan sistem informasi berlapis. Sedangkan faktor penghambat karena kurangnya dukungan anggaran, kurangnya formasi pegawai dan ketegasan regulasi terkait keamanan informasi. Strategi kebijakan keamanan informasi perlu mengkomunikasikan pengetahuan tentang keamanan informasi kepada seluruh jajaran tingkat manajer dan pegawai, melaksanakan pengembangan diri pegawai dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan sistem keamanan informasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait. Saran penelitian ini adalah peningkatan anggaran, perbaikan regulasi dan kebijakan, memprioritaskan agenda program SMKI dan fokus untuk mendapatkan sertifikat ISO 27001.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 f746b440d5a65cb4c5310054e4ea77b1.pdf f746b440d5a65cb4c5310054e4ea77b1.pdf pdf Baca
2 aa4282cc27a9b81d0400a31f107b99b3.pdf aa4282cc27a9b81d0400a31f107b99b3.pdf pdf Baca
3 c1bba8b1141fe34e1f3d22a9bad9507d.pdf c1bba8b1141fe34e1f3d22a9bad9507d.pdf pdf Baca
4 969774fff745e9f327a71e57985ef4c4.pdf 969774fff745e9f327a71e57985ef4c4.pdf pdf Baca
5 fa7ecdae762396540724f42e3161cb40.pdf fa7ecdae762396540724f42e3161cb40.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003245
005 20260211114051
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003245
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a IWAN SETIAWAN
245 1 # $a IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) merupakan bagian dari pengembangan sistem keamanan informasi di Kementerian Pertahanan, dalam menghadapi tantangan berupa perspektif ancaman yang dipengaruhi oleh banyak faktor, sulit diduga dan sulit dikontrol atau dikenal sebagai era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) di lingkungan strategis. Kementerian Pertahanan harus responsif menghadapi serangan siber dalam melindungi data dari aspek Confidentiality, Integrity dan Availability (CIA), dan mampu mengantisipasi risiko keamanan informasi dengan menganalisa situasi dan kondisi pada masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi SMKI, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan SMKI serta strategi kebijakan keamanan informasi Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Pusdatin Kemhan RI) dalam pengamanan data. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, angket, observasi dan dokumentasi serta pengolahan data dengan menggunakan triangulasi data untuk menguji kredibilitas data. Hasil penelitian ini, sistem keamanan informasi Pusdatin Kemhan RI belum memenuhi standar keamanan informasi Internastional Organization for Standardization (ISO) 27001. Keamanan data Pusdatin Kemhan RI didukung dengan adanya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sumber daya manusia, dan keamanan sistem informasi berlapis. Sedangkan faktor penghambat karena kurangnya dukungan anggaran, kurangnya formasi pegawai dan ketegasan regulasi terkait keamanan informasi. Strategi kebijakan keamanan informasi perlu mengkomunikasikan pengetahuan tentang keamanan informasi kepada seluruh jajaran tingkat manajer dan pegawai, melaksanakan pengembangan diri pegawai dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan sistem keamanan informasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait. Saran penelitian ini adalah peningkatan anggaran, perbaikan regulasi dan kebijakan, memprioritaskan agenda program SMKI dan fokus untuk mendapatkan sertifikat ISO 27001.
650 4 $a Manajemen -- Keamanan -- Peperangan Asimetris -- standar -- sistem -- informasi
700 0 # $a Ahmad G. Dohamid
700 0 # $a Ari Pitoyo Sumarno
700 0 # $a M. Afifudin
700 0 # $a Suhirwan
700 0 # $a Triyoga Budi Prasetyo
Content Unduh katalog