Judul Manajemen Pengamanan Kepentingan Nasional Indonesia di Kawasan Laut China Selatan
Pengarang bayu setiawan
Djajeng S.Tirto
Penerbitan Unhan RI Press 2023
Deskripsi Fisik xii + hlm; 16 cm x 23 cm
ISBN 978-623-5885-48-3
Subjek Manajemen -- Laut China Selatan
Catatan Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan tujuan mengevaluasi implementasi manajemen pengamanan kepentingan nasional Indonesia di kawasan Laut China Selatan dalam rangka penanganan penyelesaian permasalahan yang timbul sebagai akibat dari klaim sepihak Tiongkok pada Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Kepulauan yang diklaim sebagai wilayah tradisional fishing ground, yang disebut nine dash line oleh Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam menghadapi ekspansi negara Tiongkok sebagai implementasi klaim-klaimnya, yang dilakukan guna memenuhi kepentingan nasionalnya, pihak Indonesia pun telah menjalankan berbagai upaya pengamanan kepentingan nasional dalam rangka melindungi dan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dengan strategi yang bersifat soft power maupun hard power. Sejalan dengan itu dilakukan juga langkah-langkah pemanfaatan kemitraan strategis antara kedua negara dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan diplomasi melalui forum bilateral dan multilateral. Hasil penelitian ini juga menunukkan bahwa kedepan Indonesia perlu mengakselarasi percepatan pembangunan di Natuna, dan di sisi lain sebagai bagian dari upaya detterent effect Indonesia secara bertahap harus memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), mulai dengan pemenuhan minimum essential force untuk capaian jangka pendek, serta membentuk postur kekuatan ideal pada jangka menengah dan jangka panjang melalui pembangunan kekuatan pertahahan negara.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 fe18eda9a6446f6f790e611bb001069b.pdf fe18eda9a6446f6f790e611bb001069b.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002980
005 20251212104053
008 251212||||||||| | ||| |||| || |
020 $a 978-623-5885-48-3
035 0010-1225002980
041 $a id
082 0 $a 355.4
090 $a 355.4 SET m
100 0 $a bayu setiawan
245 0 0 $a Manajemen Pengamanan Kepentingan Nasional Indonesia di Kawasan Laut China Selatan
260 $b Unhan RI Press $c 2023
300 $a xii + hlm; 16 cm x 23 cm
500 $a Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan tujuan mengevaluasi implementasi manajemen pengamanan kepentingan nasional Indonesia di kawasan Laut China Selatan dalam rangka penanganan penyelesaian permasalahan yang timbul sebagai akibat dari klaim sepihak Tiongkok pada Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Kepulauan yang diklaim sebagai wilayah tradisional fishing ground, yang disebut nine dash line oleh Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam menghadapi ekspansi negara Tiongkok sebagai implementasi klaim-klaimnya, yang dilakukan guna memenuhi kepentingan nasionalnya, pihak Indonesia pun telah menjalankan berbagai upaya pengamanan kepentingan nasional dalam rangka melindungi dan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dengan strategi yang bersifat soft power maupun hard power. Sejalan dengan itu dilakukan juga langkah-langkah pemanfaatan kemitraan strategis antara kedua negara dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan diplomasi melalui forum bilateral dan multilateral. Hasil penelitian ini juga menunukkan bahwa kedepan Indonesia perlu mengakselarasi percepatan pembangunan di Natuna, dan di sisi lain sebagai bagian dari upaya detterent effect Indonesia secara bertahap harus memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), mulai dengan pemenuhan minimum essential force untuk capaian jangka pendek, serta membentuk postur kekuatan ideal pada jangka menengah dan jangka panjang melalui pembangunan kekuatan pertahahan negara.
650 0 $a Manajemen -- Laut China Selatan
700 0 $a Djajeng S.Tirto
Content Unduh katalog