| Judul | GAMBARAN HEPATOTOKSISITAS DAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA TB PARU KATEGORI 1 YANG DITERAPI OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) DI RSUD KOTA BOGOR TAHUN 2022-2023 |
| Pengarang | ABDUL AZIZ MAULANA ILMI Intan Aryanti Lila Irawati Tjahjo Widuri Flora Eka Sari |
| Penerbitan | Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024 |
| Subjek | Kedokteran Militer -- Hepatotoksisitas -- Obat Anti-Tuberkulosis -- Tuberkulosis Paru Skripsi |
| Catatan | Penelitian ini berfokus pada gambaran hepatotoksisitas dan faktor risiko padapenderita TB paru kategori 1 di RSUD Kota Bogor pada tahun 2022-2023.Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dalam angka kejadian TB padatahun 2018, dengan terapi obat antituberkulosis (AT) menggunakan kombinasiIsoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol. Hepatotoksisitas, sebagai efeksamping umum, sering terjadi pada fase awal pengobatan intensif dan dipengaruhioleh faktor usia. Tingkat hepatotoksisitas yang tinggi menimbulkan beban ekonomidan memerlukan penyesuaian dosis, intervensi medis tambahan, dan durasipengobatan yang lebih lama. Penelitian ini melibatkan 24 pasien TB paru kategori1 di RSUD Kota Bogor dengan hasil 45,8% mengalami hepatotoksisitas grade 2,41,7% grade 3, dan 12,5% grade 4. Karakteristik pasien menunjukkan 41,7%dewasa, 45,8% lansia, 58,3% perempuan, dan tingkat pendidikan dominan padaSLTP/sederajat. Diabetes menjadi penyakit komorbid pada 33,3% pasien.Hepatotoksisitas paling banyak terjadi setelah ari ke-4 konsumsi Obat AntiTuberkulosis (OAT). Kesimpulan penelitian menunjukkan prevalensihepatotoksisitas grade 2 tertinggi, lebih rentan pada lansia, perempuan, dantingkat pendidikan menengah. Pentingnya pemantauan ketat tanda-tandahepatotoksisitas selama minggu pertama pengobatan anti-TB disoroti, denganperluasan pertimbangan terhadap faktor-faktor seperti kerentanan individu,penyakit penyerta, dan interaksi obat dalam manajemen dan pemilihan obat.Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada mitigasi hepatotoksisitas,peningkatan kesehatan, dan penguatan ketahanan nasional. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini.
Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 8df6de759e8acd5d0353ddb12d8e67e8.pdf | 8df6de759e8acd5d0353ddb12d8e67e8.pdf | Baca | |
| 2 | 7ead0bb800dd74766800b52fb7d47fcc.pdf | 7ead0bb800dd74766800b52fb7d47fcc.pdf | Baca | |
| 3 | cf70e24db2d261dd009a4a0cb63d4a91.pdf | cf70e24db2d261dd009a4a0cb63d4a91.pdf | Baca | |
| 4 | 81b7842d53e19254a29ca996a00fbee2.pdf | 81b7842d53e19254a29ca996a00fbee2.pdf | Baca | |
| 5 | 91d5f5c17335dd2c69f25e72dd671f0b.pdf | 91d5f5c17335dd2c69f25e72dd671f0b.pdf | Baca |
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
| No | No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan | Aksi |
|---|
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000002983 | ||
| 005 | 20260212112548 | ||
| 008 | 260212################|##########|#|## | ||
| 035 | # | # | $a 0010-1225002983 |
| 041 | $a id | ||
| 082 | # | # | $a NONE |
| 100 | 0 | # | $a ABDUL AZIZ MAULANA ILMI |
| 245 | 1 | # | $a GAMBARAN HEPATOTOKSISITAS DAN FAKTOR RISIKO PADA PENDERITA TB PARU KATEGORI 1 YANG DITERAPI OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) DI RSUD KOTA BOGOR TAHUN 2022-2023 |
| 260 | # | # | $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024 |
| 500 | # | # | $a Penelitian ini berfokus pada gambaran hepatotoksisitas dan faktor risiko padapenderita TB paru kategori 1 di RSUD Kota Bogor pada tahun 2022-2023.Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dalam angka kejadian TB padatahun 2018, dengan terapi obat antituberkulosis (AT) menggunakan kombinasiIsoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol. Hepatotoksisitas, sebagai efeksamping umum, sering terjadi pada fase awal pengobatan intensif dan dipengaruhioleh faktor usia. Tingkat hepatotoksisitas yang tinggi menimbulkan beban ekonomidan memerlukan penyesuaian dosis, intervensi medis tambahan, dan durasipengobatan yang lebih lama. Penelitian ini melibatkan 24 pasien TB paru kategori1 di RSUD Kota Bogor dengan hasil 45,8% mengalami hepatotoksisitas grade 2,41,7% grade 3, dan 12,5% grade 4. Karakteristik pasien menunjukkan 41,7%dewasa, 45,8% lansia, 58,3% perempuan, dan tingkat pendidikan dominan padaSLTP/sederajat. Diabetes menjadi penyakit komorbid pada 33,3% pasien.Hepatotoksisitas paling banyak terjadi setelah ari ke-4 konsumsi Obat AntiTuberkulosis (OAT). Kesimpulan penelitian menunjukkan prevalensihepatotoksisitas grade 2 tertinggi, lebih rentan pada lansia, perempuan, dantingkat pendidikan menengah. Pentingnya pemantauan ketat tanda-tandahepatotoksisitas selama minggu pertama pengobatan anti-TB disoroti, denganperluasan pertimbangan terhadap faktor-faktor seperti kerentanan individu,penyakit penyerta, dan interaksi obat dalam manajemen dan pemilihan obat.Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada mitigasi hepatotoksisitas,peningkatan kesehatan, dan penguatan ketahanan nasional. |
| 650 | 4 | $a Kedokteran Militer -- Hepatotoksisitas -- Obat Anti-Tuberkulosis -- Tuberkulosis Paru | |
| 650 | # | 4 | $a Skripsi |
| 700 | 0 | # | $a Flora Eka Sari |
| 700 | 0 | # | $a Intan Aryanti |
| 700 | 0 | # | $a Lila Irawati Tjahjo Widuri |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :