Judul PREVALENSI EMOTIONAL EATING PADA KADET MAHASISWA COHORT 1 FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
Pengarang SUZANDI IMAM PRADANA
Mirna Albertina Wijaja
Handrian Rahman P
Novita Indah Permatasari
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2024
Subjek Kedokteran -- Jenis Kelamin -- Usia -- Emotional Eating -- prevalensi
Catatan Latar Belakang : Emotional eating adalah kecenderungan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan, khususnya yang tinggi gula, garam, dan lemak, sebagai respons terhadap emosi negatif. Ketidakmampuan mengendalikan kebiasaan emotional eating dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, misalnya obesitas, penyakit kardiovaskuler, dan memicu terjadinya perilaku makan yang tidak sehat, seperti bulimia nervosa dan gangguan makan berlebih. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan desain studi cross-sectional terhadap data primer dari responden penelitian yang berjumlah 75 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jumlah 44 laki-laki terdapat 5 laki-laki (11,4%) yang mengalami emotional eating kategori rendah, 30 laki-laki (68,2%) yang mengalami emotional eating kategori sedang, 9 laki-laki (20,5%) mengalami emotional eating kategori tinggi. Sedangkan, dari 31 perempuan terdapat 5 perempuan (16,1%) mengalami emotional eating kategori rendah, 22 perempuan (71%) mengalami emotional eating kategori sedang, 4 perempuan (12,9%) mengalami emotional eating kategori tinggi. Dari segi usia, baik usia 2023 tahun mayoritas mengalami emotional eating. Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan emotional eating (p-value 0,842). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata usia responden dengan emotional eating kategori rendah, sedang, dan tinggi (p-value 0,629). Kesimpulan : Mayoritas responden mengalami emotional eating kategori sedang tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan emotional eating, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata usia responden dengan responden yang mengalami emotional eating.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 6129e9957b97b9c239e4070342762328.pdf 6129e9957b97b9c239e4070342762328.pdf pdf Baca
2 15cac5c4ac8b7a231e71f2d8d4e15d2a.pdf 15cac5c4ac8b7a231e71f2d8d4e15d2a.pdf pdf Baca
3 b5ced4dd0ccd34fe1c5f40d711ac2a05.pdf b5ced4dd0ccd34fe1c5f40d711ac2a05.pdf pdf Baca
4 854f1413cc7291626ed2b56afbbf6c89.pdf 854f1413cc7291626ed2b56afbbf6c89.pdf pdf Baca
5 8060581808b952ef0a38e94f08e3dc5b.pdf 8060581808b952ef0a38e94f08e3dc5b.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003256
005 20260211020743
008 260211################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225003256
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a SUZANDI IMAM PRADANA
245 1 # $a PREVALENSI EMOTIONAL EATING PADA KADET MAHASISWA COHORT 1 FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2024
500 # # $a Latar Belakang : Emotional eating adalah kecenderungan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan, khususnya yang tinggi gula, garam, dan lemak, sebagai respons terhadap emosi negatif. Ketidakmampuan mengendalikan kebiasaan emotional eating dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, misalnya obesitas, penyakit kardiovaskuler, dan memicu terjadinya perilaku makan yang tidak sehat, seperti bulimia nervosa dan gangguan makan berlebih. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan desain studi cross-sectional terhadap data primer dari responden penelitian yang berjumlah 75 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jumlah 44 laki-laki terdapat 5 laki-laki (11,4%) yang mengalami emotional eating kategori rendah, 30 laki-laki (68,2%) yang mengalami emotional eating kategori sedang, 9 laki-laki (20,5%) mengalami emotional eating kategori tinggi. Sedangkan, dari 31 perempuan terdapat 5 perempuan (16,1%) mengalami emotional eating kategori rendah, 22 perempuan (71%) mengalami emotional eating kategori sedang, 4 perempuan (12,9%) mengalami emotional eating kategori tinggi. Dari segi usia, baik usia 2023 tahun mayoritas mengalami emotional eating. Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan emotional eating (p-value 0,842). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata usia responden dengan emotional eating kategori rendah, sedang, dan tinggi (p-value 0,629). Kesimpulan : Mayoritas responden mengalami emotional eating kategori sedang tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan emotional eating, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata usia responden dengan responden yang mengalami emotional eating.
650 4 $a Kedokteran -- Jenis Kelamin -- Usia -- Emotional Eating -- prevalensi
700 0 # $a Handrian Rahman P
700 0 # $a Mirna Albertina Wijaja
700 0 # $a Novita Indah Permatasari
Content Unduh katalog