Judul NDEKS KETAHANAN ENERGI BERBASIS KEWILAYAHAN DI JAWA TIMUR DALAM RANGKA MEMPERKUAT PERTAHANAN NEGARA
Pengarang Lena Tria Melati
suyono thamrin
Imam Supriyadi
Nugroho Adi Sasongko
Yusuf Ali
Sidik Budoyo
Penerbitan Bogor : Universitas Pertahanan Republik Indonesia, 2023
Subjek Ketahanan Energi -- indeks ketahanan energi -- 4A+1S, RUED-P -- Jawa Timur -- dan AHP
Catatan Indonesia terdiri dari 38 provinsi dengan karaktetistik ketahanan energi yang bervariasi. Sedangkan, indeks ketahanan energi berskala nasional saat ini belum bisa mencerminkan kondisi ketahanan energi yang beragam tersebut. Oleh karena itu, diperlukan indeks baru yang berbasis kewilayahan. Penelitian ini bertujuan menyusun dimensi dan indikator dari indeks ketahanan energi berbasis kewilayahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi kualitatif, dimana dalam proses analisanya, peneliti menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data dalam penelitian ini adalah data primer dari hasil wawancara dan kuesioner serta data sekunder dari yang diambil dari studi literatur dan publikasi-publikasi terkait. Berdasarkan hasil penelitian, telah disusun lima dimensi yaitu: Dimensi Affordability, Availability, Acceptability, Accessibility, dan Sustainability, dengan 30 indikator. Hasil AHP menunjukkan dimensi Availability memiliki bobot tertinggi dibandingkan dimensi yang lain, yaitu sebesar 44%. Kemudian dengan menggunakan, dimensi dan indikator yang telah disusun tersebut digunakan untuk menilai tingkat ketahanan energi di Jawa Timur. Dari hasil perhitungan, di dapatkan nilai indeks ketahanan energi sebesar 6.24. Hal ini menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur berada pada status ketahanan energi 'Tahan'. Berdasarkan hasil penilaian rata-rata, menunjukkan bahwa dimensi affordability memiliki tingkat ketahanan yang paling rendah. Sehingga pemerintah daerah perlu memprioritaskan peningkatan indikator dimensi tersebut. Kedepannya, peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu masukan dalam peninjauan kebijakan daerah di bidang energi, sehingga semakin memperkuat ketahanan energi di skala daerah dan nasional, sehingga dapat mendukung pertahanan nasional Indonesia.
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai

 
Informasi: Di sini Anda dapat mengakses seluruh konten digital yang tersedia untuk koleksi ini. Tombol "Baca Buku" di bawah sampul hanya menampilkan file pertama sebagai preview.
No Nama File Nama File Format Flash Format Aksi
1 e31df7d4c4f01e3a2ccdf979d22295a4.pdf e31df7d4c4f01e3a2ccdf979d22295a4.pdf pdf Baca
2 877f290496633dacf173ee63d635e2ce.pdf 877f290496633dacf173ee63d635e2ce.pdf pdf Baca
3 915e94c8024f85c9ba2f4127b4d8b3f7.pdf 915e94c8024f85c9ba2f4127b4d8b3f7.pdf pdf Baca
4 c4167498425295565cf009421f52d471.pdf c4167498425295565cf009421f52d471.pdf pdf Baca
5 97a91910d26b6d32f50204a89665f65b.pdf 97a91910d26b6d32f50204a89665f65b.pdf pdf Baca
Informasi: Di sini Anda dapat melihat ketersediaan eksemplar fisik koleksi ini di perpustakaan beserta lokasinya.
No No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan Aksi
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000002864
005 20260212022330
008 260212################|##########|#|##
035 # # $a 0010-1225002864
041 $a id
082 # # $a NONE
100 0 # $a Lena Tria Melati
245 1 # $a NDEKS KETAHANAN ENERGI BERBASIS KEWILAYAHAN DI JAWA TIMUR DALAM RANGKA MEMPERKUAT PERTAHANAN NEGARA
260 # # $a Bogor :$b Universitas Pertahanan Republik Indonesia,$c 2023
500 # # $a Indonesia terdiri dari 38 provinsi dengan karaktetistik ketahanan energi yang bervariasi. Sedangkan, indeks ketahanan energi berskala nasional saat ini belum bisa mencerminkan kondisi ketahanan energi yang beragam tersebut. Oleh karena itu, diperlukan indeks baru yang berbasis kewilayahan. Penelitian ini bertujuan menyusun dimensi dan indikator dari indeks ketahanan energi berbasis kewilayahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi kualitatif, dimana dalam proses analisanya, peneliti menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data dalam penelitian ini adalah data primer dari hasil wawancara dan kuesioner serta data sekunder dari yang diambil dari studi literatur dan publikasi-publikasi terkait. Berdasarkan hasil penelitian, telah disusun lima dimensi yaitu: Dimensi Affordability, Availability, Acceptability, Accessibility, dan Sustainability, dengan 30 indikator. Hasil AHP menunjukkan dimensi Availability memiliki bobot tertinggi dibandingkan dimensi yang lain, yaitu sebesar 44%. Kemudian dengan menggunakan, dimensi dan indikator yang telah disusun tersebut digunakan untuk menilai tingkat ketahanan energi di Jawa Timur. Dari hasil perhitungan, di dapatkan nilai indeks ketahanan energi sebesar 6.24. Hal ini menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur berada pada status ketahanan energi 'Tahan'. Berdasarkan hasil penilaian rata-rata, menunjukkan bahwa dimensi affordability memiliki tingkat ketahanan yang paling rendah. Sehingga pemerintah daerah perlu memprioritaskan peningkatan indikator dimensi tersebut. Kedepannya, peneliti berharap hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu masukan dalam peninjauan kebijakan daerah di bidang energi, sehingga semakin memperkuat ketahanan energi di skala daerah dan nasional, sehingga dapat mendukung pertahanan nasional Indonesia.
650 4 $a Ketahanan Energi -- indeks ketahanan energi -- 4A+1S, RUED-P -- Jawa Timur -- dan AHP
700 0 # $a Imam Supriyadi
700 0 # $a Nugroho Adi Sasongko
700 0 # $a Sidik Budoyo
700 0 # $a suyono thamrin
700 0 # $a Yusuf Ali
Content Unduh katalog